Aksi bersih sungai dimulai dari obrolan anak muda di lapangan. Mereka mengajak lima dusun untuk membersihkan sampah sekaligus memetakan sumber pencemaran.
Setelah kegiatan pertama, warga menyadari bahwa memungut sampah saja tidak cukup. Pertemuan lanjutan membahas kebiasaan, saluran air, dan cara mengurangi sampah dari rumah.
Dari aksi menjadi kebiasaan
Kini setiap dusun memiliki jadwal pemantauan. Relawan menjadi penghubung antara warga, sekolah, dan pemerintah desa untuk menjaga aliran sungai.