Dari dapur warga menjadi usaha bersama yang berkelanjutan
Kelompok perempuan mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai dan membangun sistem usaha yang transparan.
Dari lapangan
Kelompok perempuan mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai dan membangun sistem usaha yang transparan.
Pendampingan foto produk dan pemasaran membantu perajin menjangkau pelanggan baru.
Anak muda belajar menanam pangan sekaligus merawat tanah dan air di desanya.
Warga belajar memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi, layanan, dan pasar.
Relawan dan orang tua bergotong royong menghadirkan ruang belajar yang aman untuk anak.
Aksi sederhana berubah menjadi agenda rutin yang melibatkan lima dusun.
Tim lokal memetakan kebutuhan warga agar perencanaan desa semakin inklusif.
Ruang bersama menjadi tempat bertemu, belajar, dan menyusun rencana aksi lokal.
Warga menyusun aturan bersama untuk melindungi mata air dan lahan resapan.
Forum warga mendorong lebih banyak perempuan mengambil peran dalam keputusan publik.