Para perajin Kampung Anyam terbiasa menjual produk melalui titip jual. Saat pendampingan dimulai, mereka belajar memotret produk dan menulis cerita di balik setiap karya.
Kelompok kemudian membuat katalog bersama dan membagi peran untuk menerima pesanan. Keterampilan digital membuka akses tanpa menghilangkan karakter lokal.
Nilai produk, nilai cerita
Pelanggan tidak hanya membeli barang, tetapi juga memahami bahan, proses, dan orang yang membuatnya. Pendapatan tambahan kini digunakan untuk membeli bahan secara kolektif.