Kelompok perempuan Desa Harapan memulai usaha dari hasil kebun yang biasanya dijual mentah. Mereka belajar mengolah, mengemas, dan menghitung biaya secara bersama.

Pembukuan sederhana membuat setiap anggota memahami arus usaha. Keputusan harga dan pembagian hasil dibahas terbuka dalam pertemuan mingguan.

Kepercayaan menjadi modal awal

Pendampingan Ditogel Prakarsa membantu kelompok menyusun aturan kerja, tetapi keputusan tetap berada di tangan anggota. Kini produk mereka dipasarkan ke warung dan pasar kecamatan.